← Kembali ke Ruang Keilmuan
Fiqih Sehari-hari

Panduan Sujud Sahwi: Kapan Dilakukan & Bagaimana Bacaannya

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ

"Apabila salah seorang di antara kalian ragu dalam shalatnya, buanglah keraguan itu dan bangunlah di atas apa yang diyakini (jumlah rakaat paling sedikit), kemudian lakukan dua kali sujud (sahwi). (HR. Muslim)"

Sujud sahwi dilakukan karena adanya kelupaan dalam shalat, seperti kelebihan rakaat, kekurangan rakaat, atau meninggalkan sunnah ab'adh (seperti tasyahud awal atau qunut Subuh).

Tata cara sujud sahwi:

1. Dilakukan sebanyak dua kali sujud sebelum salam (menurut mayoritas ulama madzhab Syafi'i).

2. Bacaan saat sujud sahwi:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

"Maha Suci Dzat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa."

3. Duduk di antara dua sujud sebagaimana shalat biasa, lalu sujud kedua dengan bacaan yang sama, kemudian duduk tasyahud akhir dan mengucapkan salam.

📚 Kitab / Rujukan Referensi: Kitab Fathul Mu'in & Shahih Muslim no. 571