← Kembali ke Ruang Keilmuan
Lainnya

Keutamaan Menahan Amarah & Memaafkan Sesama Warga

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

"Bukanlah orang yang kuat itu mereka yang pandai bergulat, melainkan orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya di saat marah. (HR. Bukhari)"

Dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan RT, kesalahpahaman antartetangga sewaktu-waktu dapat terjadi. Sikap pemaaf dan menahan amarah adalah kunci utama kerukunan hidup.

Tuntunan Rasulullah SAW saat emosi memuncak:

1. Membaca ta'awwudz memohon perlindungan dari hasutan setan:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."

2. Mengubah posisi: jika sedang berdiri hendaknya duduk, jika sedang duduk hendaknya berbaring sejenak.

3. Segera mengambil air wudhu, karena amarah itu bara api yang dipadamkan dengan air.

4. Mengalah demi kedamaian bersama dan mengutamakan musyawarah yang santun.

📚 Kitab / Rujukan Referensi: Shahih Al-Bukhari no. 6114 & QS. Ali 'Imran: 134