"Dan ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ismail di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan ia adalah seorang rasul dan nabi. (QS. Maryam: 54)"
Nabi Ismail 'Alaihissalam adalah putra pertama Nabi Ibrahim dari Sayyidah Hajar. Sejak bayi, beliau diletakkan di lembah tandus Makkah. Saat ibunya berlari antara Shafa dan Marwah mencari air, Allah memancarkan air Zamzam dari hentakan kaki mungil Ismail yang terus mengalir membawa berkah hingga kini.
Ketika Ismail menginjak usia remaja, Nabi Ibrahim bermimpi diperintahkan menyembelihnya. Bukannya takut atau memberontak, Ismail dengan penuh ketaatan dan keikhlasan berpasrah kepada takdir Allah. Karena ketulusan keduanya, Allah menggantikan sembelihan tersebut dengan seekor gibas besar dari surga, yang menjadi syariat ibadah Qurban Hari Raya Idul Adha. Bersama sang ayah, Nabi Ismail membangun Ka'bah dan mendirikan shalat.
Hikmah bagi Warga:
1. Menanamkan bakti tulus dan kepatuhan anak kepada orang tua sejak dini.
2. Semangat berkorban demi kemaslahatan umat dan sesama warga RT.
3. Menepati setiap janji dan kesepakatan dalam musyawarah warga.