← Kembali ke Ruang Keilmuan
Lainnya

Kisah Nabi Musa AS: Kalimullah, Ulul Azmi, Mukjizat Tongkat & Pembebasan dari Fir'aun

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي ۝ وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي ۝ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي ۝ يَفْقَهُوا قَوْلِي

"Musa berkata: "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS. Thaha: 25-28)"

Nabi Musa 'Alaihissalam adalah rasul Ulul Azmi yang bergelar Kalimullah (diajak bicara langsung oleh Allah di Bukit Tursina). Beliau lahir di masa kekejaman Fir'aun yang menyembelih setiap bayi laki-laki Bani Israil. Atas ilham Allah, ibundanya menghanyutkan Musa kecil di Sungai Nil, hingga dipungut dan dibesarkan justru di dalam istana Fir'aun oleh Asiyah.

Setelah dewasa, Nabi Musa diutus bersama saudaranya Harun untuk mendakwahi Fir'aun agar membebaskan Bani Israil. Menghadapi sihir para tukang sihir istana, tongkat Nabi Musa berubah menjadi ular besar yang menelan segala kepalsuan mereka hingga para penyihir bersujud beriman. Puncaknya, ketika terjepit antara kejaran pasukan Fir'aun dan Laut Merah, Allah memerintahkan Musa memukulkan tongkatnya hingga laut terbelah menjadi 12 jalur penyelamat, sedangkan Fir'aun dan tentaranya tenggelam binasa.

Hikmah bagi Warga:

1. Membela kaum lemah dan menentang segala bentuk kesewenang-wenangan.

2. Membaca doa kelapangan dada saat hendak berbicara di forum musyawarah RT.

3. Percaya sepenuhnya bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi hamba yang taat.

📚 Kitab / Rujukan Referensi: Kitab Qashashul Anbiya' karya Al-Hafizh Ibnu Katsir & Tafsir Ibnu Katsir